Mia Van Houten segera datang begitu dipanggil dari pos satpam dan dia langsung menunjukkan keperkasaannya. Dua zak beras 25 kg dibawanya sekali jalan! "Nggak salah kan keputusanku mempekerjakannya? Tenaga dua orang dirangkap dia sendiri, Sayang," bisik Dean di telinga gue. "Tapi makannya juga rangkap dua, Sayang," balas gue berbisik di telinga Dean. "Masih worth it lah, secara gajinya juga tak terlalu mahal. Dia tak mempermasalahkan besarnya gaji asal diperbolehkan bekerja disini." Alarm gue spontan berbunyi. Jangan~jangan Mia Van Houten ingin bekerja disini sekalian modusin laki gue! Secara dia punya sejarah cinta mati pada Udin Bin Slamet alias Dean. Dean menangkap arti tatapan mata gue, dia tersenyum lembut lalu mengecup bibir gue. "Tak perlu cemburu, Sayang. Hatiku dan tubu
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


