Queeny pov Pagi~pagi saat gue terbangun, Udik telah selesai menyiapkan sarapan dan bekal buat kami bawa ke kantor. Untuk sarapan, Udik membelikan nasi pecel diujung gang, lumayan rasanya. Sedang untuk bekal kantor, Udik memasaknya sendiri. Gue sempat membuka isi rantang bekal. Ada sambel goreng jengkol, telur dadar dan nasi putih. Hanya masakan sederhana. Kalau dulu gue pasti tak mau makan masakan semacam ini. Tapi sekarang gue menghargai usaha Udik yang telah repot~repot memasak buat kami. Secara masakannya lebih menarik dibanding masakan gue yang banyakan kacau balau dibanding benarnya! "Dik, mengapa lo repot amat menyiapkan bekal? Bukannya kita mendapat jatah uang makan?" "Ora repot kok Mbak, cepet masake. Opo maneh gowo rantangan ngene luwih sehat Mbak dibanding tuku. Tr

