Queeny pov Hari ini hari spesial buat gue. Akhirnya Pak Andrew bersedia datang melamar gue! Wih, berdebar hati gue. Apakah dia akan menepati janjinya? Secara gue telah meminta bokap dan Udik tak boleh kemana~mana. "Kejutan apa yang kau bilang, Queen?" tanya Papa penasaran. "Pliiis deh, Pap. Sabar sedikit kenapa? Orang sabar disayang gebetannya!" Eh, apa benar peribahasanya begitu? Bodo, ah! "Mbak Pini arep kasih kejutan opo, toh? Ojo~ojo Mbak Pini ...." Udik memperhatikan perut gue dengan seksama hingga bokap langsung curiga! "Queeny, apa kamu hamil?" What the hell! Gue masih virgin, masa dituduh hamil?! Ini pelecehan namanya! "Pap! Kok tega sih menuduh Queeny seperti itu? Ini penistaan moral!" omel gue tak terima. Papa menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Habis kam

