SEPULUH

2557 Words

Zeta perlahan membuka mata nya dan menatap sekeliling ruangan putih yang di d******i bau obat-obatan ini. Mata nya menatap lekat pada jam dinding yang tertempel tempat di tembok depan nya. Pukul 10 malam. Sudah cukup lama juga dia tertidur. "Malvin." Zeta bersuara lemah, dia tidak menemukan keberadaan kekasihnya itu di dalam ruangan ini. Zeta mengerutkan dahi nya seraya meringis, saat merasakan sekujur tubuh nya lemas tak bertenaga, begitu pun dengan tenggorokan nya yang terasa begitu kering. Zeta melirik gelas yang ada di meja, dia sedikit bangkit dsri tidur nya, berusaha menjangkau gelas tersebut. Namun, posisi gelas itu masih begitu jauh dari jangkauan nya. "Zeta! Kamu ngapain?" Malvin langsung saja berlari ke arah ranjang gadisnya itu, yang tampak berusaha menjangkau meja di samp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD