"Mama pernah bilang kalau gak mau bikin kesalahan. Gak mau sampai aku jadi korban, ini apa?? Ini sih bukan cuma aku yang korban. Papa juga!" Seruku. "Kak, maaf." "Mama bilang gak mau bikin Estu rasain apa yang Mama - Papa dulu rasain, lha ini? Lebih parah!" "Maaf!" "Maaf mulu Mama dari tadi!" "Terus Mama harus apa?" "Tinggalin si Rey megalomen itu! Putus semua kontrak kerja sama dia. Biar jadi model miskin tuh orang!" Di sampingku, Ardra mengelus lenganku. Mungkin maksudnya supaya aku sabar. Gak! Aku gak bisa sabar kalau kaya gini. Enak aja! Papa aku tersayang tersakiti coy! Kalo boleh bunuh orang, aku bunuh tuh si Megalomen. "Iya Kak, iya." "Bener tapi, jangan cuma ngomong! Terus Mama jujur sama Papa." "Kak! Kamu mau gak rahasiain ini dari Papa?" "Bohong maksudnya?" Tanyaku de

