Happy Reading . . . Reza mengepal tangannya kuat dengan tatapan membunuh yang dapat mematikan siapapun yang melihatnya. Ia segera melangkahkan kakinya pergi dari tempat bersemayamnya yang sudah berhari-hari mengurungnya Laju mobil melebihi maksimal kecepatan standar. Akal sehatnya sudah tertutupi dengan amarah yang ia tahan dan mungkin sudah meluap "harusnya gue gak pernah percaya sama perempuan licik itu" Reza mengusap wajahnya kasar Monica sedang mondar-mandir di ruang tamunya. Otaknya dipenuhi kecemasan dan kebersalahan dengan semua yang sudah terjadi. ia tidak akan mendapat masalah tapi Rangga terluka gara-garanya lah yang menjadi masalah "Gimana bisa Rangga sebodoh itu! Kenapa gak si cewek sialan itu" teriak Monica sambil menjatuhkan badannya ke atas sofa dengan frustasi Brakk "

