Rangga menekan setir mobilnya kuat. Pria itu sepertinya bukan orang yang mudah menyerah, meremehkannya bukan hal yang seharusnya. Sesekali Rangga mengedarkan pandangan ke arah pintu masuk gedung besar yang ada di depannya. "Gue gak boleh lengah" batin Rangga bertekad. Bisa-bisanya pria sialan itu masih mencari celah untuk mendekati wanita yang sudah menjadi hak milik orang lain. Keterlaluan bukan? Mengingat isi pesan w******p yang dikirimkannya pada istrinya, ketika tadi istrinya sedang di kamar mandi. Harus tetap tenang tapi harus waspada juga. Beberapa orang memang mengharapkan rumah tangganya hancur. Maka ia harus pintar mensiasatinya Seketika pikiran yang membuatnya muram itu pudar lalu berganti dengan ukiran senyum termanisnya karena sosok perempuan yang ditungguimya mulai menampa

