Bugh! Arnold, pria itu menjatuhkan bogem mentah ke wajah Caden, membuat temannya itu terpental jauh hingga membentur dinding di belakangnya. Salah satu sudut bibirnya langsung mengeluarkan darah segar. Namun, tak berniat membalas. Caden hanya bangkit dengan napas tersengal-sengal. "Karena kecerobohanmu, kita kehilangan banyak orang!" bentak Arnold. Wajah pria itu benar-benar berubah merah, kemarahannya sudah sampai ke ujung syaraf. "Maaf, aku kurang memperhitungkan semuanya. Aku juga tidak mendengar kabar jika Raja akan ke sana," ungkap Caden penuh rasa penyesalan. Arnold berjalan cepat menuju Caden, pria itu langsung mencengkeram kerah baju Caden dengan erat. Alis menukiknya menandakan sang pria masih dalam keadaan dilingkupi kemarahan. "Kau tahu mengapa kau tidak mendengar kabar?"

