Chapter 10

1759 Words

Chapter 10 . . . . Sai menyembunyikan pistol di balik jas nya. Sasori terus menatap kearah Sai yang kini sedang mulai menunjukkan senyum polos khasnya.  "Kau harus sadar posisimu dimana," ucap Sai yang terdengar ramah. Sasori hanya diam tidak menjawabnya. "Aku tidak peduli dengan ancamanmu, kau pikir aku akan takut?"  Sai merapikan baju Sasori. "Kalau kau tidak menjauhi Sakura, mungkin nanti bukan aku yang menodong mu bisa saja orang lain dan kau akan tinggal nama," ujar Sai.  "Kau pikir aku tidak bisa melawan majikan brengsekmu itu. Dan diam saja seperti pecundang? Sai kau salah besar jika berpikir aku akan menyerah, bagaimanapun caranya aku harus memiliki Saku-." "Sakura milik tuanku. Mereka sudah memiliki seorang putri, seharusnya kau sadar itu."  "Omong kosong!! Aku tidak p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD