END

3129 Words

Sueny membuka matanya, cahaya matahari sudah masuk menyelisik lewat gorden yang tertutup. Tidak seperti biasanya, kali ini Sueny langsung terbangun. Tidurnya sama sekali tidak nyenyak, pikirannya terus terbagi ke mana-mana, terutama memikirkan jadwal penerbangan Kevin. Jarum jam sudah menununjukkan pukul sembilan pagi. Mungkin Sueny harus menelepon Kevin lagi. Dan untungnya, Kevin segera mengangkat. "Halo, Jo. Bagaimana, sudah ada kabar tentang penerbangannya?" tanya Sueny. "Belum, Sueny. Aku juga bingung harus bagaimana, dari kemarin sore aku menunggu di bandara." "Kenapa kamu tidak kembali ke hotel saja, Jo? Kamu belum istirahat pasti." "Pihak bandara menyarankan menunggu di sini untuk urgent flight. Lagipula jarak bandara ke hotelku cukup jauh." "Huh, harusnya kamu bilang kalau ka

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD