Seluruh tubuh Kevin mendadak melemas. Ia kini merasa seperti pria b******k, berbohong bahkan mengabaikan Sueny. Kevin masih mencoba menelepon Sueny, namun hasilnya masih sama, tidak dapat terhubung. Akhirnya, Kevin memilih untuk meninggalkan pesan singkat. Kevin : Sueny, besok kita makan malam di luar, ya? Aku kan sudah janji. Pesan itu terabaikan. Kevin menghela napasnya berat, meraih kue dari dalam kulkas, membawanya menuju kasur di kamarnya. Kevin membuka pembungkus kue tersebut, tidak ada lilin atau semacamnya, namun anehnya, ada sebuah pemantik. Kevin menautkan alisnya, tidak mengerti apa maksud Sueny. Saat hendak meletakkan pemantik tersebut di nakas dekat kasurnya, Kevin menemukan sebuah kotak kecil yang sebelumnya tidak pernah ada di kamarnya. Dengan segera, Kevin meraih kotak

