Bab 52

1951 Words

"Untuk apa kau di sini, dan kenapa juga aku harus bertemu denganmu?" tanya pria itu dingin, sama sekali tidak menunjukkan keramahan. Meana tertegun, hampir tiga puluh detik ia merasa kelu, otak dan bibirnya benar-benar sulit untuk disinkronkan saat ini juga. Ternyata berhadapan kembali dengan Haiden akan sesulit ini. "Kupikir aku dan kamu, perlu bicara," kata Meana gugup. "Semua sudah berakhir semenjak lima tahun lalu," kata Haiden, lagi-lagi berbicara dengan dinginnya. "Kita perlu bicara," tegas Meana. "Aku selalu berdoa tidak perlu bertemu denganmu di seumur hidupku lagi. Jadi, untuk apa berbicara denganku?" Meana mengembuskan napasnya berat, "Aku datang kemari bukan sebagai Ana, tapi sebagai Kakak Jo. Biarkan aku setidaknya berusaha menjadi seorang kakak yang baik bagi Jo." Haide

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD