“Tunggu. Kamu …, Suen-sueny kan?” Ketiga karyawan perempuan tersebut tampak benar-benar terkejut. Bukan hanya mereka, di dalam pikirannya, Sueny pun sedang panik bukan kepalang. "Itu ... aku--" Entah, apa yang harus dikatakan oleh Sueny. Lidahnya benar-benar sudah kelu, keringat dinginnya mulai menetes perlahan. Menandakan Sueny tengah dilanda perasaan gugup. Dan Kevin tentu saja menyadari setiap gerak-gerik Sueny yang tengah gugup. "Sueny, are you okay?" tanya Kevin--berbisik. Dengan berat hati, Sueny mengangguk. Tidak, sangat jelas keadaannya sekarang sedang tidak baik, sekelebat kenangan mendadak melintas tatkala dulu orang-orang di kantor yang menatapnya remeh, menatapnya seolah dirinya adalah penggoda murahan, menatapnya sebagai perempuan menyebalkan. Tentu saja Sueny tidak mau k

