Vivian sudah sampai di depan pintu apartemennya, sudah akan menekan password pada pintu saat pintu apartemen Maria terbuka, terlihat Maria yang masih berantakan, seperti baru bangun tidur. "Maria…" panggil Vivian. Maria hanya memicingkan mata dan membelalak saat melihat Vivian berdiri di depannya. "Kak Vivian! Kau hidup!" Maria berucap heboh dan memeluk Vivian erat. "Hei! Hei! Apa maksudnya itu?" Vivian memaksa Maria melepas pelukannya. "Kak, aku sangat khawatir. Kau tak apa? Apa yang terjadi? Ceritakan padaku." Maria mencecar Vivian dengan pertanyaan. "Ayo masuk ke apartemenmu. Telepon Kak Lyala juga" Satu jam kemudian barulah Lyala muncul bersama Freya, tapi Freya memilih menunggu diluar gedung daripada bergabung bersama Lyala, Maria dan Vivian. Dia tidak ingin terlibat pembicaraa

