"Lalu, anda hanya diam saja?" tanya Rangga. Diaz menatap ke arah Rangga dan lantas menatapnya dengan tatapan kesal. "Aku kenal dia, dia tentu tidak akan mau makan, kalau penyakit merajuknya belum hilang." ujar Diaz. Rangga menghela nafas panjang pada saat itu, dan sepertinya kini ia bukan hanya asisten pribadi saja, karena ia merangkap sebagai pengarah untuk seorang pria yang bahkan tidak mengerti wanita. "Tuan, anda kira – dengan berdiam begini, lantas Nona Cantika akan sembuh? Yang ada, beliau akan lebih menjauhi anda." ujar Rangga. Diaz menatap ke arahnya dengan tatapan tidak percaya. Rangga mengangguk sejenak, "Wanita itu kadang butuh sedikit paksaan kalau anda ingin kepastian. Cobalah dulu, biasanya wanita makin dewasa, akan makin sulit didapatkan kalau anda hanya bersikap bia

