Cantika dan Diaz tampak menatap satu sama lain pada saat itu, Diaz menatap wajah Cantika yang tampak merah merona karena ucapan Kenzo. "Hmm, sepertinya papa harus berusaha lebih keras lagi agar kamu cepat punya adek." ujar Diaz sembari menatap Cantika penuh hasrat. "Diaz! Kamu bicara apa sih! Durasi biasa saja sampai berjam-jam! Mau sampai berapa lama lagi?!" bisik Cantika di dekat telinga Diaz. Diaz menarik pundak Cantika lalu membuatnya lebih dekat. "Satu Malaman, Baby." bisik Diaz di belakang telinga Cantika. Cantika mencubit pinggang Diaz – hingga Diaz tampak meringis kesakitan. "Kamu masih galak ternyata." gumam Diaz. "Tau ah!" Cantika tampak menuju ke arah mobil dan membuka pintu mobil, ia merajuk dan duduk di belakang. "Kok di belakang duduknya, Sayang?" tanya Diaz. Wa

