Bab, 9. Izin.

1009 Words

"Mas, aku sudah bertemu dengan orangtua Kenzo. Beliau adalah orang yang baik dan sopan. Tolonglah, izinkan sekali ini saja. Kasihan anak itu, dia sampai menangis dan memohon sembari memeluk kaki Cantika tadi." ujar Arum tiba-tiba yang datang dari arah dapur sembari membawa nampan berisi teh hangat yang akan ia hidangkan untuk mereka bertiga. Cantika sendiri masih menunduk dalam. Ia tidak berani menatap kakaknya pada saat itu. Dimas sendiri tentu tidak langsung puas dengan ucapan dari istrinya. Ia masih berat hati membiarkan adiknya tinggal bersama dengan orang asing. "Dek, aku memang butuh uang. Tapi tidak begini caranya, aku tidak akan langsung membiarkan adikku tinggal di rumah orang untuk bekerja. Aku bisa cari kerjaan lain. Aku masih bisa usaha cari kerja!" Dimas masih bersikeras.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD