BAB 40

1784 Words

“Aaahhh... jangan....” suara desahan perempuan itu mulai menggema di ruangan ini. “Andrew... aaaahhhh... hhmmmffff....” “Cup... cup....” suara mulut kami yang saling menyatu dan mengeluarkan bunyi saat aku melepasnya, juga mengisi ruangan ini. Aku masih sangat ingat jelas setiap sentuhan tubuhnya itu. Bahkan, seberapa kali pun ingin aku membuangnya, itu sangatlah sulit. Apalagi, kini aku melihat kembali rekaman video yang aku lakukan semalam. Rasa aneh itu pun kembali merasuki tubuhku. Aku juga merasa ada yang mengalir aneh di tubuh ini. Sehingga, membuat kepala ini menjadi pusing dan jantungku berdetak dengan kencang. “Ayolah, Drew. Ini bukan saatnya, kamu membayangkan yang tidak tidak. Kamu harus fokus untuk mencari Ajeng.” Aku mencoba memperingati diriku sendiri. Sampai, aku putus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD