POV Andrew Aku tidak pernah menyangka, hari ini pun akan tiba. Hari di mana, aku bisa berdansa dengan Ajeng. Padahal, saat pertama kali menginjakkan kaki ke tempat ini, aku sudah sangat putus asa. Bahkan aku berpikir, aku tidak akan pernah bertemu dengan perempuan ini lagi. Perempuan yang tiba-tiba saja terlempar begitu saja ke dalam pelukanku di lantai dansa ini. Musik sudah mulai berbunyi kembali. Itu terlihat dari pasangan lain yang sudah mulai bergerak mengikuti iringannya. Namun, tidak dengan kami berdua. Kami masih saling menatap satu dengan lainnya. Kami pun tidak saling bertanya dan bergerak sama sekali. Posisi kami masih sama seperti saat Ajeng terlempar dalam pelukanku. Tangannya yang masih tetap tersandar di bahuku, masih tetap ada di sana. Begitu pun dengan kedua tanganku ya

