PERHATIAN KECIL

1127 Words

Keesokan harinya, tidur lelap Kian terganggu karena dering suara ponsel yang masih tertinggal di ruang tamu apartemen. Kian bangkit dan melerai pelukan Brenda di tubuhnya. Ia  segera bangkit dan berjalan keluar meraih ponsel di saku jaketnya. Kian memeriksa identitas siapa gerangan yang meneleponnya sepagi ini. "Halo Ayah?" sapa Kian dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Hai Nak, sarapan saja di rumah. Ada sesuatu yang ingin Ayah titipkan kepadamu untuk diselidiki di San Antonio." "Baik Ayah, saya segera bersiap-siap." Kian mengerutkan dahinya, ia menjadi penasaran apa gerangan yang akan ayahnya titipkan padanya karena keadaan tadi malam tampaknya baik-baik saja, perasaan Kian kembali tidak enak ia khawatir terjadi sesuatu dengan ayahnya itu. Maka Kian segera bergegas masuk ke d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD