Chapter 85

1552 Words

Suara langkah kaki terdengar cukup mengalun elegan meninggaalkan paman Jovan yang masih berdiri tertunduk sopan sambil melipat kedua tangannya di depan perut. David yang baru saja muncul dari balik pintu kamar itu mengerutkan dahi ,seiring memiringkan pandangannya menatap punggung wanita yang tak lain adalah Venia. Tampaknya semua kejadian yang dia alami semalam bahkan kini, perempuan itu ikut andil ikut campur? Kalau tidak. Mengapa Venia bicara pada paman Jovan cukup pelan sehingga gerak bibir dan gelengan kepala saja yang terlihat dari kejauhan. Kemudian David melirik paman Jovan kini tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa padanya. “Bukankah, aku sudah melarangmu untuk keluar dari kamar, sebelum aku memintanya, David.” Desis pria paruh baya itu. Seiring melirik ke samping jalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD