"Ning Maira belum pernah dekat dengan lelaki manapun, boro-boro dekat Ning Maira langsung sikat kalau ada yang berani deketin dia." Renjuna terkekeh kecil ketika mengingat ucapan Titin tentang Maira. Dia tidak sengaja menanyakan apakah sebelumnya Maira pernah berpacaran atau mungkin dekat dengan lelaki, namun ternyata memang tidak pernah. "Ustadz, apa yang membuat Ustadz tertawa?" Salah satu dari murid yang dia ajar bertanya kebingungan, Renjuna beristighfar dalam hati sebelum akhirnya tersenyum. Renjuna baru sadar kalau dia sedang berada di ruang kelas. Jam pulang sebentar lagi tiba. Entah kenapa dia merasa begitu ingin segera pulang, padahal besok Renjuna harus mempersiapkan acara penutupan. Renjuna tidak sempat pulang ke rumah. Setelah selesai zuhuran di masjid. Renjuna pergi ke ar

