Maira menahan untuk tidak emosi, dia tersenyum ke arah wanita yang baru dia ketahui bernama Kayla, kalau saja temannya tidak menegur karena dengan sengaja hampir membuat Maira kejengkang. Biasanya Maira tidak akan tinggal diam begitu saja ketika mendapat tindasan. Namun seperti kata Renjuna, diam adalah emas. Dan Maira tidak mau membuat masalah untuk saat ini. "Kalau tidak ada ucapan maaf dari kamu, sekarang saya sama Titin pamit pergi," ucap Maira yang membuat Titin menatap tak percaya ke arah Maira. "Tapi Ning, dia sudah sengaja membuat Ning Maira hampir celaka," tukas Titin yang kini merasa marah karena ucapan Maira barusan. "Sudah, tidak ada waktunya untuk mendebat seperti ini." "Ck, lemah." Maira tidak tuli untuk mendengar apa yang Kayla katakan. Dia hanya tidak ingin meributkan

