Part 39 "Pulanglah! Istrimu menunggu di rumah. Jangan sampai, aku yang sudah dicap sebagai wanita miskin yang rendahan, juga menyandang gelar wanita pengganggu suami orang. Selama ini aku diam di tempatku, aku menangisi nasib sendirian. Entah bagaimana dengan kamu. Bahagia kah atau merasakan hal yang sama denganku," ucap Marwah di bawah temaram lampu. "Kamu tidak kembali ke kamar ibumu?" Restu bertanya hal lain. "Ada Bapak di sana. Bapak sudah pulang. Ilham sendirian di rumah. Mungkin sama Mak Dhe. Pulanglah, Mas! Jangan memperpanjang pembicaraan kita. Nanti kamu semakin cinta sama aku dan lupa istrimu," goda Marwah sembari menyunggingkan senyuman manis. Memperlihatkan gigi gingsulnya. "Kenapa kamu selalu menggodaku dengan senyuman itu, Marwah?" tanya Restu dengan menatap pujaan hati

