Part 29 Meski di pesantren, komunikasi antara aku dan keluarga di rumah tetap terjaga. Selama tujuh bulan di tempat ini, aku sering mendapatkan transferan uang misterius. Namun, aku tahu jika itu Mas Restu yang melakukan. Siapa lagi orang yang tahu nomor rekening selain keluargaku kalau tidak dia? Aku tersenyum kala melihat deretan nominal uang yang dia beri. Tidak banyak, hanya satu juta setiap bulannya. Namun, bukan itu yang ada dalam pikiran. Uang yang diberikan seolah menandakan bahwa dia masih sangat mencintaiku. Tidak ada yang lebih kuharapkan darinya saat ini selain tahu jika lelaki itu masih memikirkan aku. Ternyata, sebuah jabatan dan kekayaan yang dimiliki seorang Isna tidak mampu membeli cinta Mas Restu. Nyatanya, ia masih memikirkan gadis yang sudah dianggap keluarganya miski

