Part 41 “Mau pulang kemana?” tanya Harun saat mobil yang dikendarai telah memasuki perbatasan kecamatan. Restu diam terlihat bingung. “Pulanglah ke rumah orang tuamu,” kata Harun memberi saran. “Mereka marah sama aku,” aku Restu lirih. “Aku tahu itu. Tapi, bukankah lebih malu jika kamu pulang ke rumah Isna? Dimana letak harga dirimu sebagai kepala desa setelah apa yang kamu lakukan terhadapnya.” Harun berkata dengan sedikit kesal. “Mas Harun tahu dari siapa?” “Orang tuamu,” “Bagaimanapun Isna istriku. Dia yang sudah aku nikahi secara sah. Jadi, apa yang menimpaku saat ini, kami harus melewatinya bersama.” “Kamu benar-benar lelaki tidak tahu malu. Dia tidak kamu berikan nafkah semestinya. Sekarang kamu menuntut seperti itu? Gunakan akal sehatmu, Restu! Aku tidak mau mengantar kamu

