Semuanya terkekeh mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Sekar. Tapi, kali ini Pak Hendar dan Bu Een tak mau menjawab. “Kalau masalah itu, biar anak saya yang menjawab. Karena dia yang meminta Nak Dirga untuk berbohong! Sementara kami saat itu, ya sudah terbiasa memanggil dia dengan nama Dirga tanpa tahu jika itu bukan nama aslinya.” Wulan pun buru-buru meralat. “Dirga itu masih nama aslinya dia!” ujarnya. Sekar mengangguk-angguk. “Iya, itu potongan nama terakhirnya. Tapi kenapa harus disebut nama itu? Kan, bisa saja Reygan atau Arga begitu?” Perempuan muda yang berprofesi sebagai dokter itu pun menggaruk kepalanya. “kalau itu, saya memang sengaja.” “Kenapa?” tanya Sekar lagi secara tak sabar. Dia benar-benar ingin tahu alasannya. Sambil menahan tawa, Wulan pun menjelaskan. “J

