"Loh! Kenapa Mas bangun?" tanya Almiera ambigu. Sontak pertanyaan itu membuat semuanya terheran-heran. Kenapa dengan perempuan ini? Giliran suaminya koma, dia terus saja menangis tanpa henti. Sekarang, di saat suaminya telah sadar, Almiera malah bertanya kenapa? Aneh-aneh saja Almiera ini, begitulah pikir semuanya. "Kenapa?" beo Dika. "Iya, kenapa bangun. Harusnya, kan, Mas koma," ujar Almiera dengan polos yang masih setia dengan posisi memeluk Rudy. "Ya sudah, Mas koma lagi, nih!" ujar Dika memejamkan matanya. Almiera yang melihat Dika memejamkan matanya, mendadak panik sendiri. Dia langsung melepas pelukan dari abangnua dan turun menghampiri ranjang suaminya. "Eh! Eh! Jangan dong, Mas!" bantah Almiera menepuk-nepuk pipi Dika. Dalam hati Dika, ia mempunyai ide jahil untu

