Vele mengerjapkan matanya beberapa kali. Hal pertama yang ia lihat adalah keberadaan Vale yang tenang membaca buku di sebelahnya. Vele pun dengan sigap langsung beranjak duduk dari tempatnya dengan sedikit merasa pusing di kepala. Vale menoleh dan menampilkan ekspresi terkejut di sana. “Kamu sudah bangun?” tanya kembaran dari Vele tersebut. Vele menggerakkan kepalanya karena ia masih terasa pusing sedikit. “Apa yang terjadi?” tanya Vele lebih lanjut. Seingatnya dia berada di lorong buku tadi. Kenapa sekarang dia malah terbangun seperti orang yang baru saja tertidur? “Kamu ketiduran tadi. Sepertinya kamu kelelahan. Apakah kegiatanmu terlalu banyak di kerajaan ini?” sahut Vale setenang mungkin. Gadis yang diam-diam telah mempermainkan kembarannya sendiri. “Benarkah? Ah, mungkin aku mema

