Kembali ke rumah, hari sudah sangat gelap dan sunyi. Zion keluar dari mobilnya, memasuki rumah besar papa tirinya masih dengan perasaan tidak senang. Tanpa membuat keributan yang berarti dia langsung menuju kamarnya. Akan tetapi sebelum mencapai kamar, sebuah ruangan tanpa sekat tiba-tiba menyala. Zion pun berhenti melangkah dan menoleh ke samping. Memandang sang Mama, Adeline yang tenang di tempat duduk. “Akhir-akhir ini kamu selalu pulang sangat larut, Zion. Apakah pekerjaanmu sangat banyak dan sulit?” Zion melirik jam dinding yang sudah pukul 1 malam. “Ah ... bukankah ini sudah lebih awal dari malam-malam sebelumnya?” Dia kembali melanjutkan perjalanannya di lorong yang sunyi itu. Dan Adeline yang tidak puas dengan jawaban anaknya pun membuntuti dengan khawatir. “Apa papamu memberi

