38. No more worries

1305 Words

Berlari di koridor lantai atas, Lucia akan berhenti sejenak untuk memeriksa tiap ruangan di sana. Karena masih tidak menemukan yang dicari, dia kemudian menuruni anak tangga tergesa-gesa. Milda yang melihatnya segera menegurnya karena khawatir, “Ya ampun, Cia, perlahan! Kamu akan jatuh nanti.” Lucia tidak peduli. Sebelum dia bisa bertanya, Milda kembali berseru, “Pak Ian ada di taman!” Tanpa berhenti, Lucia yang sudah turun segera berbelok dan kembali berlari. Meninggalkan Milda yang menggelengkan kepalanya. Melihat tamannya dari dalam, senyuman Lucia dengan perlahan menghilang. Larinya berubah menjadi berjalan lambat. Dan ketika sudah berada di luar, apa yang Lucia lihat adalah pagar tinggi yang membatasi rumahnya dengan area luar sudah tidak ada. Di sana ada banyaknya pria berotot ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD