CHAPTER 23

1824 Words

Lily sedang makan malam bersama Aaron dengan suasana yang tenang seperti biasanya. Pria di depannya ini memang jarang sekali berbicara apalagi ketika dia sedang makan. Terkadang Lily heran bagaimana mungkin ada orang yang tahan untuk tidak berbicara dalam waktu yang cukup lama. Bagi Lily entah itu ketika makan atau kegiatan lainnya, dia tidak akan bisa mengontrol mulutnya untuk tetap diam. Tapi setelah satu minggu ia hidup bersama Aaron membuat Lily kini mulai terbiasa. Tanpa sadar Lily terus mengamati pria di depannya itu. Pria itu terlihat tampan. Matanya yang tajam serta rahangnya yang tegas semakin menekankan aura maskulinnya. Lily memang mengakui aura Aaron memang tidak main-main. Awal bertemu dengan Aaron bahkan sempat membuat Lily takut. Bukan hanya karena tampang Aaron saja yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD