CHAPTER 44

1891 Words

Lagi-lagi Lily harus melalui paginya dengan sarapan seorang diri. Aaron tidak ada di meja makan—sama seperti pagi sebelumnya. Lily sudah tidak bertemu pria itu sejak kemarin—dan rasanya dia agak…, rindu. Lily menghela napasnya kasar menyadari hal itu. Ya, dia akui dia memang merindukan pria itu. Ternyata dihindari seseorang sangatlah tidak menyenangkan, mungkin ini juga yang dirasakan Aaron saat Lily menghindari pria itu. “Bibi, apa hari ini Aaron juga berangkat ke kantor pagi-pagi sekali?” tanya Lily kepada Bibi Martha yang baru saja ingin kembali ke dapur. “Belum, Nona. Saya bahkan belum melihat Tuan Aaron turun dari kamarnya,” kata Bibi Martha membuat dahi Lily berkerut heran. Lily menatap jam dinding yang menunjukkan hari sudah mulai siang, setelah ini Lily juga sudah harus buru-bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD