Sebuah undangan bersampul silver tergeletak di meja kamar milik Clara. Gadis itu memeluk lututnya dan menatap undangan itu dari tempat tidurnya tanpa semangat layaknya seorang gadis remaja. Lalu ia mengela nafasnya seakan beban dipundaknya sangat berat. Tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka, lalu munculah sosok yang telah ia tunggu sejak tadi. Tapi tetap saja gadis itu tidak bergeming walaupun di dalam hatinya sudah banyak kembang api yang meledak-ledak hanya dengan memandang wajah tampannya. "Ada apa denganmu, Ra?" tanya Andre yang sedang melangkah masuk ke dalam kamarnya. "Tuh.." tunjuknya dengan dagunya. Andre menoleh dan memperhatikan apa yang dimaksud Clara. Setelah melihatnya ia lalu menempelkan bokongnya di atas tempat tidur bersisian dengan posisi Clara. "Prom night? Itu ya

