Pintu kayu besar itu terbuka, Clara melangkah masuk dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Keputusannya dengan memberikan kesempatan untuk berbicara dengan Andre adalah sebuah kesalahan. Walaupun bibirnya berbohong, Clara tahu jika hatinya tidak dapat berbohong. Jantungnya masih berdebar kencang saat Andre berada didekatnya. Dan bagian terburuknya adalah mata dan tubuhnya berkhianat. Clara menyukai ketika Andre mengusap punggung tanpa ada benang sehelaipun yang menghalanginya. Perasaan bersalah mulai menyelinap dihatinya. Ketika ia berjalan mendekati tunangannya, Clara dapat menangkap sosok cantik dengan gaun berwarna peach disebelahnya. "Hai Clara," sapa Sonya ketika akhirnya Clara tiba di tempat di mana Melvin berdiri tadi. "Sonya. Aku tidak tahu jika kamu diundang kemari." Sonya ters

