Erick menatap isterinya dengan gelengan kepala. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari bibir isterinya. "Ma, kamu sungguh keterlaluan." Setelah mendengar reaksi suaminya, Riri mengangkat sebelah tangannya dan mengacungkan jarinya di depan wajah suaminya. Sebagai isyarat untuk mendengar penjelasannya. "Aku harus melakukannya demi kebahagiaan anak kita," jelas Riri. "Tapi bukan dengan cara membohongin anakmu sendiri," protes Erick. Tiba-tiba sebuah suara membuat sepasang suami isteri itu menoleh bersamaan, "Kakak memang pantas mendapatkannya. Salahnya sendiri menjadi lelaki tidak peka pada perasaan wanita. Aku saja dengan melihat bagaimana cara kak Clara menatap kak Andre saja. Aku tahu ada benih-benih cinta didalamnya," ujar Ansel sok tahu. Riri menganggukan kepalanya

