Suasana yang Mencekam

1125 Words

Ketukan pintu itu semakin keras, aku semakin ketakutan. Eyang memintaku bersembunyi di dalam lemari, meminta suster membuka pintu. “Ada apa ya, Pak?” tanya suster. “Kata pembantu di belakang, Ibu Ririn ada di sini, kami diminta Pak Farel membawa istrinya ke rumah sakit, kenapa anda berbohong,” ucap lelaki itu dengan suara tegas. “Tidak ada, Pak.” "Boleh kami cek ke dalam?" "Eh, bapak kok maksa sih," Lelaki berpakaian rapi itu memaksa masuk. “Kami hanya melakukan perintah, kamu jangan menghalangi,” katanya dengan suara tegas. “Perintah siapa?” tanya si suster dengan suara bergetar. “Itu bukan urusan kamu,” bentak lelaki itu mendorong pintu dan menerobos masuk. Tetapi, tanpa terduga, Eyang mendorong kursi rodanya keluar dan menyerang kedua lelaki itu dengan tongkatnya, karena meras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD