Part 3

2428 Words
Flashback "Maukah Kau menjadi kekasihku?.... Aku mencintaimu...." Kim Bum berucap datar dan menatap tajam So Eun berusaha menutupi kegugupannya. So Eun adik tingkatnya dan mereka baru beberapa kali bertemu dalam kegiatan osis. Kim Bum yang terkenal cuek tentu tidak pernah sekalipun menunjukkan ketertarikannya pada So Eun sehingga keterkejutan tampak jelas di wajah So Eun. "A...Ak..ku...." "Ya atau tidak?..." "Aku perlu berfikir...." Ucap So Eun cepat kemudian berlalu cepat sembari menunduk tidak sanggup lagi mendapat tatapan tajam dari sunbaenya itu. ........... So Eun berjalan gugup mendekati Kim Bum yang sudah menunggunya di taman sekolah. "Aku tunggu jawabanmu hingga akhir liburan....." Notes yang So Eun terima melalui Shinhye dari Kim Bum setelah aksi kabur yang So Eun lakukan sebelum menjawab pernyataan cinta Kim Bum sebulan yang lalu. Liburan sudah berlalu dan kini mereka sudah mulai kembali bersekolah, Kim Bum kelas 3 dan So Eun kelas 2. Sekolah dimulai kembali dan berarti waktu So Eun berfikir sudah habis. Kini saatnya So Eun memberikan jawaban. Pernyataan cinta Kim Bum ini benar-benar mengganggu So Eun selama liburan karena Ia terus memikirkan jawabannya. Selama liburan itu Kim Bum tidak pernah menghubunginya apalagi membujuk So Eun untuk menerimanya. Hal itulah yang membuat So Eun ragu akan keseriusan Kim Bum. Selama ini Kim Bum pun tidak pernah mendekati So Eun meski terkadang ada kesempatan mengingat mereka dalam satu organisasi sekolah. So Eun berusaha memikirkan apa yang pernah Kim Bum lakukan yang menunjukkan jika Kim Bum menyukainya namun tidak ada sama sekali yang So Eun dapat. Dari alasan itu semua tentunya mudah bagi So Eun mendapat jawabannya, yaitu Ia akan menolak Kim Bum. Namun ada sebagian dari hati So Eun yang ingin menerima Kim Bum. Kim Bum yang cuek dan tidak pernah peduli akan wanita-wanita yang mendekatinya membuat satu point plus untuk Kim Bum. Kim Bum juga bukan termasuk laki-laki munafik, Kim Bum laki-laki yang bertanggung jawab akan tugasnya, Kim Bum pintar, baik dalam hal akademik atau olahraga. Entah kenapa alih-alih memikirkan cara menolak Kim Bum agar Kim Bum tidak sakit hati, So Eun justru memikirkan berbagai kelebihan Kim Bum sebagai alasan untuk menerimanya. "Jadi....apa jawabanmu?...." Tanya Kim Bum to do point ketika So Eun sudah berdiri di hadapannya. "Aku....mau menjadi....kekasih Sunbae...." Gumam So Eun dengan wajah menunduk malu. Beberapa saat terjadi keheningan membuat So Eun bingung karena tidak ada tanggapan apapun dari Kim Bum yang menunjukkan kebahagiaannya karena penyataan cintanya diterima. Bukankah seharusnya Kim Bum berterima kasih, berteriak bahagia atau.....memeluknya. Merasa penasaran akhirnya So Eun pun mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Kim Bum. Yang So Eun lihat kini adalah wajah tegang Kim Bum yang memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat bagi Kim Bum. Setelah sadar dari keterkejutannya Kim Bum pun menatap So Eun intens sebelum menunjukkan senyumnya. Senyuman itu begitu manis dan benar-benar menunjukkan kebahagiaan Kim Bum karena perasaannya diterima. Senyuman itu pun berhasil menulari So Eun dan membuat So Eun yakin bahwa pilihannya untuk menerima cinta Kim Bum tidak salah. "Aku mencintaimu.... Kim So Eun.... Kekasihku?!...." Ucapan bernada lembut dengan kata terakhir yang memastikan status mereka berhasil membuat So Eun tersenyum kikuk dengan wajah merona khas remaja yang pertama kali berpacaran. Flashback End "Hmmm..... semoga semua lancar Oppa...." Balas So Eun singkat dan akan meletakkan ponselnya di nakas karena berfikir Kim Bum tidak akan membalasnya. Namun niat itu urung saat ketika ponselnya kembali berbunyi pertanda masuknya pesan singkat dari Kim Bum. "Aku sangat merindukanmu...." So Eun tersenyum membaca pesan singkat Kim Bum. Kata-kata rindu atau cinta yang Kim Bum ucapkan selalu berhasil membuat So Eun tersenyum dan merasa bahagia. "Ada apa? Kenapa Kau tersenyum seperti itu?...." Pertanyaan lembut terdengar dari Kyuhyun yang baru keluar sari kamar mandi. "Eum...tidak....tidak ada apa-apa Oppa.... Oppa sudah siap?....So Ra sudah menunggu..... Dia bersemangat sekali di hari pertamanya ke sekolah....." Ujar So Eun dengan wajah berbinar menceritakan balita berusia 4,5 tahun itu. "Hmm....Oppa sudah siap.... Oppa hanya perlu menyiapkan berkas-berkas kantor yang akan Oppa bawa...." Jawab Kyuhyun mengusap lembut kepala So Eun dan So Eun pun tersenyum manis kepada suaminya itu. "Kalau begitu cepatlah....Aku dan Sora menunggu Oppa untuk sarapan..." So Eun beranjak untuk keluar kamar sebelum Kyuhyun menahan tanganya dan menarik So Eun lembut mendekat padanya dan mencium kening So Eun. "Kau tahu Oppa mencintaimu kan?...." Suara Kyuhyun terdengar lembut dan merdu. So Eun tersenyum dan memeluk Kyuhyun sebelum membalas perkataan suaminya itu. "Aku juga mencintai Oppa.... dan Sora tentunya...." So Eun tersenyum dan mencium pipi Kyuhyun lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun. "Sampai kapan Kau akan menyembunyikannya So Eun?!...." Kyuhyun menatap nanar tubuh mungil So Eun sebelum menghilang keluar kamar. ~oO0Oo~ "Apa yang kau lakukan?....." Minho bertanya heran melihat Kim Bum yang terus menatap ponselnya dengan wajah datarnya. "Dia tidak membalasnya....." Ucapan itu datar namun terdengar jelas rasa kecewa dan marah pada nada itu. "Bum-ah....mungkin dia sedang mengurusi suaminya.....ini masih pagi tentunya suaminya masih di rumah...." Jawab Minho santai berusaha mengingatkan Kim Bum atas status So Eun kini. Kim Bum mengabaikan Minho dan langsung memasukkan ponselnya di kantung celananya. "Sebaiknya kita berangkat....." Kim Bum beranjak membawa ranselnya menuju pintu keberangkatan di bandara. "Hyung.....kapan Aku libur?" Tanya Kim Bum ketika sudah duduk di kursi pesawat. "Jadwalmu masih padat hingga 2 bulan kedepan..... Setelah itu hanya ada beberapa undangan acara....." Jelas Minho. "Untuk sementara jangan terima tawaran kerja apapun Hyung....Aku ingin cuti setidaknya sebulan...." Kim Bum berucap sembari bersandar dan dengan mata terpejam. "Kau ingin liburan? Tidak biasanya...." Heran Minho karena selama ini Kim Bum tidak pernah betah berdiam diri. Bagi Kim Bum, semakin Ia sibuk maka semakin jarang juga Ia mengingat So Eun. "Ya....Aku juga ingin menyelasikan misi....." "Apa ini berhubungan dengan So Eun...." "Hmmm.....Aku akan membuat So Eun kembali mencintaiku...." "Bum-ah, dia sudah memiliki suami dan mungkin juga anak.... Kau tega menghancurkan kebahagiaan mereka?...." Minho mulai geram. "Mungkin..... Dulu Aku tidak bisa mempertahankannya.... sekarang Aku sudah bisa berjuang....karena itu Aku akan menjadikannya milikku.... Bagaimanapun caranya?....." Yakin Kim Bum. "Bum-ah, tapi-...." "Hyung...ini masalah pribadiku.... Aku tau apa yang Aku lakukan....Percayalah....." "Hhhhh.... Baiklah..... tapi yang perlu Kau ingat.... jangan sampai apa yang kau lakukan membuatmu menyesal...." Nasehat? Minho dan Kim Bum hanya bergumam sebagai balasan. ~o0O0o~ Tanpa terasa dua bulan berlalu. Hubungan Kim Bum dan So Eun sudah kembali dekat. Tiap hari Kim Bum mengirim pesan singkat atau bahkan menelpon So Eun. Dan So Eun pun semakin santai seolah mereka sudah kembali seperti dulu. Mereka belum pernah bertemu kembali selama 2 bulan itu karena kesibukan mereka. Dan kini apa yang Kim Bum tunggu akhirnya tiba. Kim Bum kini sedang menunggu So Eun di halte dekat apartementnya. Rencananya pagi ini Kim Bum ingin mengajak So Eun jalan-jalan. Awalnya So Eun menolak namun Kim Bum berhasil membujuknya. Flashback "So Eun besok Aku sudah tiba di Korea....Aku ingin mengajakmu jalan..." Nada suara Kim Bum terdengar datar walau sesungguhnya Ia bahagia. Namun begitulah Kim Bum yang masih terbiasa mengeluarkan nada cueknya. "Ke mana Oppa?....Apakah lama?... " "Rahasia....Mungkin seharian...." "Sepertinya Aku tidak bisa Oppa.... Aku ada jadwal besok hingga siang...." "Tidak adakah dokter yang bisa menggantikanmu?...." "Ada Oppa....tapi..... Aku tidak bisa..." "Sekali ini saja.... Tidak bisakah?...." "Oppa.....Aku....." "Aku merindukanmu..... Sangat merindukanmu.... " walau bernada datar namun suara Kim Bum semakin lirih menunjukkan kesedihan dan kekecewaannya. "Tapi Oppa....Aku...." "Baiklah.....terserah padamu....Oppa tutup...." Tanpa menunggu jawaban So Eun, panggilan pun Kim Bum akhiri. So Eun terdiam merasa bersalah. Seharusnya memang itulah yang So Eun lakukan, menolak Kim Bum karena Ia sudah berstatus isteri Kyuhyun. Namun mendengar nada kekecewaan dari Kim Bum membuat Ia merasa bersalah. Apalagi sejak mereka berhubungan dulu Ia tahu pasti bahwa Kim Bum tidak pernah memaksakan apapun padanya. Mendengar Kim Bum yang kini seolah memaksa untuk bertemu dengannya membuat So Eun yakin jika Kim Bum benar-benar berharap padanya. "Oppa akan menjemput jam berapa? Aku akan menunggu di halte dekat apartementku...." Akhirnya So Eun mengirim pesan singkat itu pada Kim Bum 30 menit kemudian setelah menghubungi beberapa rekannya untuk mencari dokter yang bisa menggantikannya. "Jam 9...... Aku mencintaimu...." Balasan Kim Bum membuat So Eun tersenyum sekaligus menghela nafas. So Eun tahu Ia salah namun Ia merasa tidak bisa menjauhi Kim Bum. Hubungannya sekarang dengan Kim Bum membuatnya kembali mengingat dan merasakan kenangannya yang dulu bersama Kim Bum. Flashback End Kim Bum tersenyum ketika melihat So Eun berjalan ke arah mobilnya. So Eun berpenampilan sederhana namun terlihat sangat cantik bagi Kim Bum. "Bagaimana Aku bisa move on darimu jika setiap melihatmu jantungku berdetak cepat dan hanya Kaulah yang terlihat....." Gumam Kim Bum. "Maaf Oppa jika Aku lama... Tadi Kyu-..." Ucapan So Eun terhenti ketika Kim Bum langsung menariknya dalam dekapan ketika So Eun baru saja duduk di mobilnya. "Aku merindukanmu..... Sangat merindukanmu....." Ucap Kim Bum mengungkapkan isi hatinya sekaligus menghentikan kalimat So Eun yang pasti akan menyakitinya karena So Eun menceritakan mengenai suaminya. So Eun sempat terdiam namun kemudian Ia membalas pelukan Kim Bum. "Aku.....juga merindukan Oppa..." Kim Bum langsung tersenyum lebar penuh kebahagiaan dan menghapus rasa sakit dihatinya ketika mendengar kalimat indah dari So Eun. Setelah sepuluh menit berpelukan, Kim Bum pun mulai melajukan mobilnya hingga tiba di suatu tempat. Kim Bum melakukan penyamaran dengan cara menggunakan jaket bertopi dan kacamata, begitu juga So Eun. "Oppa.....kenapa kita ke sini?...." Tanya So Eun heran juga takjub karena kini Ia berada di sebuah rumah atap tempat banyaknya tersimpan kenangan mereka. "Untuk mengingatkanmu tentang kita.... ". Jawab Kim Bum singkat sembari merangkul pinggang So Eun mendekati pintu. " Tapi Oppa.... " belum sempat So Eun berucap sudaha terdengar suara 'cklekk' yang menandakan pintu rumah atap itu sudah terbuka. "Aku sudah membelinya 4 tahun yang lalu...." Ucap Kim Bum seolah menjelaskan pertanyaan So Eun yang belum terucap bagaimana Kim Bum masuk ke rumah itu sedangkan yang Ia tahu Kim Bum , Minho dan Kim Joon sudah tidak menyewa rumah atap itu sejak 5 tahun yang lalu. "Sudah 2 bulan Aku tidak kemari..." Ucap Kim Bum saat mereka memasuki rumah itu. Menurut So Eun Kim Bum kini lebih banyak bicara atau menjelaskan mungkin karena mereka sudah tidak berkomunikasi selama 5 tahun. "Tapi rumah ini nampak rapi dan bersih seperti selalu dihuni...." Gumam So Eun. "Aku mempekerjakan seseorang untuk merawat tempat ini setiap hari.....termasuk tanaman di luar..." Jelas Kim Bum kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa. Rumah atap ini memiliki satu kamar tidur dan ruang santai yang menjadi satu dengan dapur dan hanya dipisahkan oleh meja pantry. Di ruang santai ini tersapat sofa panjang, televisi, karpet bulu tebal dan sebuah meja yang di letakkan di bagian tepi agar dapat meletakkan karpet bulu tebal itu di depan sofa dan bisa menonton televisi lebih santai dan luas. "Oppa tiba di Seoul jam berapa?...." Tanya So Eun melihat Kim Bum nampak masih lelah. "Jam 7 dan langsung menunggumu di halte...." Jawab Kim Bum dan merubah posisinya menjadi duduk kemudian mengulurkan tangannya meminta So Eun mendekat. So Eun terkesiap saat Kim Bum membawanya duduk di pangkuannya kemudian memeluk So Eun dan menelusupkan kepalanya di leher So Eun. "Aku lapar...." Lirih Kim Bum masih pada posisinya. "Op....pa mau... A...ku memesan ma....kanan...." Ucap So Eun gugup dengan jantung yang berdegup kencang. Kim Bum menyeringai senang merasa berhasil membuat So Eun kembali mencintainya secara perlahan. "Tidak perlu.....Aku sudah meminta seseorang mengisi kulkas dengan bahan makanan...." Kim Bum sudah menegakkan kepalanya dan menatap So Eun yang kini wajahnya sudah merona. "Aku akan memasak.... " ucap So Eun berusaha santai dan bangkit dari pangkuan Kim Bum. So Eun akan beranjak sebelum Kim Bum menarik lengannya membuat So Eun berbalik. Cupp So Eun kembali terdiam saat tiba-tiba bibir Kim Bum sudah menempel di bibirnya. Walau hanya sekilas namun berhasil membuat So Eun terkejut sekaligus merasa melayang dengan banyak kupu-kupu berterbangan diperutnya. "Aku akan membersihkan diri...." Ucap Kim Bum tersenyum geli lalu beranjak menuju kamarnya meninggalkan So Eun yang masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya. "Aku tahu rasa cintamu masih ada untukku walau mungkin tidak sebesar dulu.... Namun Aku akan membuatnya kembali sepenuhnya untukku.... Dan Kau akan menjadi milikku juga takdirku...." Ucap Kim Bum dalam hati. ~oO0Oo~ Sepertinya rencana Kim Bum berhasil dengan membawa So Eun ke rumah atap karena kini So Eun sudah mulai kembali santai di dekatnya. Kim Bum banyak membahas dan mengingatkan So Eun tentang kebersamaan mereka dulu di tempat ini. Saat Kim Bum dan Kim Joon membully Minho di hari ulang tahunnya dan So Eun hanya tertawa dan merekamnya di handphone. Saat Kim Bum mengaikan So Eun karena cemburu dengan kedekatan So Eun dan Kim Joon namun So Eun tidak berusaha membujuknya. Akhirnya Kim Bum pun menculik So Eun dan membawanya ke kamar dan menguncinya bersamanya. Saat pertama kali Kim Bum menyanyikan sebuah lagu untuknya di anniversary pertama hubungan mereka. Hampir semua kenangan mereka terjadi di rumah atap itu karena saat itu Kim Bum belum mampu membawa So Eun ke banyak tempat. Karena itu 4 tahun yang lalu saat Kim Bum sudah memiliki cukup uang, hal yang pertama kali Ia beli adalah rumah atap itu. "Wah.....Matahari sudah hampir terbenam.....Oppa kemarilah...." Ajak So Eun yang sudah berdiri berpegangan pada dinding pembatas. Kim Bum tersenyum simpul dan mulai mendekati So Eun dan memeluk So Eun dari belakang. So Eun hanya tersenyum dan nampak menikmati kebersamaan mereka dan melupakan sejenak tentang hal lain. Saat So Eun tersenyum menikmati indahnya matahari terbenam, Kim Bum justru lebih menikmati aroma rambut dan leher So Eun. Kim Bum terus menciumi rambut dan kepala So Eun sesekali mengecup leher So Eun. "Aku mencintaimu...." Ucap Kim Bum sebelum membalik tubuh So Eun menghadapnya. Perlahan namun pasti Kim Bum mulai mendekatkan wajahnya pada wajah So Eun untuk mencium bibir mungil So Eun. So Eun awalnya hanya diam dan menahan d**a Kim Bum agar tidak terlalu menempel pada So Eun. Namun Kim Bum justru menarik pinggang So Eun dan mulai melumat lembut bibir So Eun membuat So Eun terlena dan tanpa sadar mulai membalas ciuman Kim Bum. Tidak lama Kim Bum melepas ciuman itu dan tersenyum kemudian membawa tangan So Eun untuk memeluk lehernya da Kim Bum pun menarik pinggang So Eun lebih mendekat padanya kemudian kembali mencium bibir So Eun lebih intens dan b*******h dari sebelumnya dan So Eun pun mau tidak mau membalasnya saat lidah Kim Bum mulai bergerilya di mulut So Eun. Tanpa So Eun sadari mata Kim Bum menyeringai menatap tajam kepada seseorang yang sedang melihat kegiatan mereka sembari mengepalkan tangannya. "Kau lihat?!.... So Eun akan kembali padaku dan menjadi takdirku....bukan takdirmu Cho Kyuhyun...." Mungkin seperti itulah yang disampaikan melalui mata Kim Bum yang kini menatap tajam Kyuhyun yang sedang berdiri ditangga yang menghadap pada mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD