BAB 65

1294 Words

Tiga bulan berlalu. Indra sudah tidak menggunakan alat tipis menyerupai balon lagi. Ia kini sudah merdeka, sudah bisa menanam benih pada perut sang istri. "Muah …! Lagi masak apa Bunda?” Indra mencium pipi Marisa sambil melingkarkan tangan di perut sang istri. "Lagi masak capcai, Ayah. Kita udah lama nggak makan sayuran." Indra mencium leher Marisa bertubi-tubi. "Kenapa kok kayak seneng banget sih, Ayah?" Marisa heran dengan sikap suaminya. "O iya dong, Ayah seneng. Hari ini kemerdekaan Ayah datang!" “Emang Ayah dijajah?" Marisa mengerutkan dahinya. "Dijajah nggak bisa nanam benih di sini tiga bulan!” Indra mengusap perut datar sang istri. "Kirain apaan! Kirain Bunda jahat gitu merenggut kebebasan Ayah." "Pengaman itu yang merenggut, Bunda!" "Ah, masa? Bunda nggak ngerasa beda, t

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD