Santy yang mendengar menantunya menjerit meminta tolong segera keluar dari toilet. Perawat palsu itu ternyata orang yang menghantam perut Marisa dengan balok kayu. Saat Marisa berteriak dan Santy datang, ia langsung berlari keluar untuk kabur. Marisa melepaskan selang infus, meninggalkan Abbocath yang masih tertempel di aliran venanya. Santy berteriak juga untuk meminta tolong. Perawat dan OB yang bertugas di ruangan itu mendengar teriakan Santy dan segera berlari menyusul penculik yang menyamar sebagai seorang perawat. “Pa, kayaknya kita harus balik ke kamar rawat inap Marisa lagi sekarang, sudah terlalu lama kita di sini,” ajak Indra. "Yakin? Kamu nggak mau makan dulu?" tawar Gusti. "Nggak, Pa. Makan bareng istri Indra aja. Tadi udah pesen makanan kok." "Papa pengin makan dulu, sih.

