BAB 55

1217 Words

Pintu kamar yang masih terbuka lebar, membuat Santy langsung masuk dan mencari Marisa ke dalam kamarnya. "Indra!" teriak Santy. "Marisa masih sakit, kenapa disosor aja!” Santy menjewer telinga anak semata wayangnya. "Au … sakit, Ma! Apa salahnya cuma ciuman doang!" Indra berdiri mengikuti Santy yang masih menjewer telinganya. "Nanti kebablasan, lho. m***m kamu, Dra.” Santy melepaskan tangannya dari telinga Indra. "Sana ganti baju terus turun ke bawah buat makan!" "Iya Ma, iya!" Indra pergi ke walk in closet. Marisa tertawa melihat Santy dan Indra. Ia mengusap lembut perutnya yang masih terasa sakit. Melihat Santy sudah pergi, Indra kembali dan mencium singkat bibir Marisa. "Ganti baju, Ayah." "Siap, Bunda!" Mereka berdua turun ke dapur untuk makan siang bersama keluarga. Terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD