BAB 20 Sudah lebih dari seminggu berlalu, nenek Elvano belum juga kembali, beliau masih menetap di kediaman orangtua Elvano. Satu hal yang membuat Elvano sedih adalah karena perlakuan neneknya yang semena-mena pada keluarga Afifah. Kadang beliau sering merendahkan Pak Umar secara langsung dihadapan ayah Afifah itu. Kalau Afifah ke rumah untuk urusan pekerjaan juga selalu dicibir meski tidak ada alasan. Saat ini Elvano sudah rapi dengan setelan kemeja formal dan jasnya, tidak lupa juga dasi yang melingkar di lehernya. Jam saat ini menunjukan jam enam pagi, tapi Elvano sudah rapih. Tentu saja itu membuat orangtuanya bertanya-tanya mengapa sang putra terlihat bersemangat sekali berangkat kerja. “El, kamu udah ganteng aja pagi-pagi gini?” ujar Maria. “Duh, Mama, masa gantengnya cuma pagi i

