BAB 25

1220 Words

BAB 25 Afifah sendiri kaget dengan drama yang disuguhkan pagi-pagi begini, terlebih lagi ia harus terjebak dalam drama dikeluarga Effendi. Affifah ingin langsung berpamitan pulang karena merasa dia hanya orang asing yang tidak punya hak menyaksikan hal tersebut. Tapi lagi-lagi mamanya Elvano minta Afifah tetap di sana menjadi seseorang yang menenangkan dan memeluk beliau yang menangis. “Maafkan Elvano, tapi sungguh aku sendiri tidak yakin kalau aku benar-benar pernah tidur dengan Nadila. Aku juga tidak yakin kalau anak ini adalah putraku!” ujar Elvano. “Kalau kamu masih ragu, aku siap untuk tes DNA, ayo kita pergi ke rumah sakit untuk tes DNA.” Tanpa ragu Nadila mengajukan hal itu, tentu saja karena keyakinannya itu membuat yang lain merasa kalau perempuan itu benar. Kalau dia hanya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD