18 | Merindu Biru

2161 Words

"Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan. Ia tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana." *** Biru memarkirkan sepedanya dengan terburu-buru. Hingga nyaris membuat benda itu terjatuh, tapi Biru tidak peduli. Tanpa memperbaiki posisi sepedanya, Biru mengejar Bulan yang terlihat dari kejauhan. Bulan tidak menyadari kehadiran Biru yang jauh di belakangnya. Bulan belum siap bertemu dengan Biru, dengan semua fakta yang diketahuinya. Bulan tidak ingin, hatinya masih mengelak. Ia takut. Takut bila pembuktiannya sendirilah yang membawanya pada kekecewaan. "Bulan?" Deg. Sumber dari pikiran kalutnya telah datang. Bulan menarik napas dalam sebelum akhirnya menoleh. Dari balik bahu tanpa menghadap Biru di belakangnya, Bulan bisa melihat dengan jelas senyum polos dan tak berdo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD