”Zora!” Semua orang mengagumi paras ayu yang Zora miliki, anak itu terus tumbuh dan berkembang selayaknya gadis kecil lainnya. Akina dan Darma jelas beruntung karena memiliki dua malaikat kecil dihidup mereka. “Jangan lari-larian kenceng gitu, Zora!” seru Akina kembali. Anak perempuannya itu memiliki kebiasaan membuat kedua orangtuany berteriak, Zora versi bayi berbeda dengan Zora versi kanak-kanak. Jika dalam kisah yang Akina buat Zora adalah anak orang lain, maka Zora miliknya sekarang adalah sebenar-benarnya Zora yang dia lahirkan dan berasal dari benih yang sama seperti Erlangga---adik Zora. “Mama enggak asik! Aku kan mau buru-buru kagetin papa.” “Zora enggak boleh gitu, kalau papa lagi serius ngelakuin aktivitas jangan suka dikagetin.” Rumah mereka yang terlampau besar seper
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


