Allov - 4

2101 Words
Jam telah menunjukkan pulang sekolah sehingga sepanjang koridor di penuhi dengan para murid murid yang terlihat sangat bahagia sekali setelah harus bertahan selama seharian di sekolah. Alisya yang masih merasa kesal dengan Alexcio tidak merespon perkataan dari keempat  sahabatnya  sama sekali walaupun sedari tadi mereka terus mengajaknya bicara. "Sya maafin kita dong" ucap Sisi. "Sya masa lo tega sih sama kita berempat" melas Laras. Alisya sama sekali tidak mempedulikan sahabat sahabatnya itu. Dia memasukan buku - bukunya setelah selesai mencatat tugas rumah yang berada di papan. "Sya ayolah, lo kok jadi jahat banget sih sama kita. Padahal kita udah minta maaf sama lo" ucap Flora. "Iya nih. Lagian lo nggak biasanya sampai kayak gini marah sama kita" ucap Syela. "Diem deh kalian berisik tau nggak? Gue pulang dulu. Gue nggak marah sama kalian, gue cuma lagi kesel aja sama Alexcio" ucap Alisya dan setelah itu langsung keluar terburu buru dari kelasnya karena Alexcio mengirimkan pesan menyuruhnya untuk cepat ke parkiran. Dengan tergesa - gesa Alisya berjalan setengah berlari ke arah parkiran karena tidak ingin jika harus berdebat dengan Alexcio. Dari kejauhan Alisya sudah dapat melihat Alexcio yang bersandar dengan santainya di mobilnya dengan 1 tangan yang memegang tali tas sekolahnya yang di sampirkan di bahunya. "Ck. Dasar sok keren" decak Alisya. Dia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kearah Alexcio yang terus menatapnya dengan pandangan dinginnya itu. "Puas udah buat aku capek buru- buru kesini?" ucap Alisya dengan rasa kesal yang begitu kentara. Alexcio tersenyum tipis mendengar perkataan dari Alisya. Dia sedikit menundukkan tubuhnya dan setelah itu dia mengulurkan tangannya ke kepala Alisya dan merapihkan helaian rambut Alisya yang sedikit berantakan karena berlari tadi. Di perlakukan seperti itu membuat Alisya sempat speechless. Tapi dia buru - buru menjauhkan tubuhnya yang begitu berdekatan dengan Alexcio. "Kamu apa - apaan sih, buat aku malu aja di liatin mereka" ucap Alisya. "Malu? Nggak ada gunanya malu sama mereka" ucap Alexcio. Tanpa meminta persetujuan dari Alisya dia langsung menarik tangan Alisya untuk masuk kedalam mobilnya. "Eh kamu mau bawa aku kemana?"Tanya Alisya sarat akan takut jika Alexcio sampai melakukan hal - hal yang tidak baik kepadanya. "Kamu duduk yang manis aja. Jaga pikirin kamu buat nggak mikir yang aneh - aneh tentang aku, karena aku nggak mungkin ngelakuin yang aneh - aneh sama kamu" ucap Alexcio setelah itu dia menutup pintu mobil penumpang dan setelah itu dia berjalan memutar kearah pintu pengemudi. "Aku mau turun" ucap Alisya. "Nggak boleh! Kamu duduk diam aja di situ" ucap Alexcio, dia segera menggunakan sabuk pengamannya dan bersiap ingin menjalankan mobilnya. "Alexcio aku mau turun" lagi lagi Alisya menyuarakan keinginannya tidak peduli dengan perkataan Alexcio .  Alexcio tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Alisya mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan daerah persekolahan. "Ih Alexcio aku mau turun" "Alexcio berhentiin mobilnya nggak? Aku mau turun" "Aku nggak mau ikut sama kamu. Turunin aku di sini" ucap Alisya melihat kearah Alexcio yang sibuk dengan mengendarai mobil tanpa mau mempedulikannya. "Alexcio berhentiin mobilnya atau aku aku loncat dari mobil kamu" ancam Alisya yang membuat Alexcio langsung menginjak rem mobil dengan tiba tiba yang membuat Alisya terhuyung ke depan tapi untungnya wajahnya tidak sampai mengenai dashboard. "Kamu ngancam aku? Kamu benar - benar pengen loncat dari mobil aku? Oke aku pengen liat apa kamu berani loncat dari mobil kalo kecepatan mobilnya seperti ini" Alexcio langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata tanpa mempedulikan Alisya yang saat ini memintanya untuk mengurangi kecepatan dari mobil. Alexcio ingin membuat Alisya kapok telah mencoba mengacamnya dengan cara ingin melompat dari mobil. Dia hanya ingin menunjukkan jika dirinya benar benar tidak ingin di bantah ataupun di ancam oleh Alisya. "Alexcio udah stop aku takut" jerit Alisya karena dia benar - benar takut ketika Alexcio melajukan mobil dengan kecepatan seperti ini. "Ini pelajaran buat kamu karena udah berani ngancam aku tadi" ucap Alexcio tanpa mengalihkan fokusnya dari jalan di depannya. "Aku minta maaf, aku janji nggak akan ngancam kamu lagi kayak tadi" ucap Alisya yang sudah menangis karena ketakutan dengan ulah dari Alexcio. "Ngapain kamu minta maaf, bukannya tadi kamu bilang mau lompat dari mobil aku? Yaudah sekarang lompat aja" tantang Alexcio. "Aku mohon maafin aku Alexcio, aku nggak akan menentang kamu lagi setelah ini aku janji beneran aku janji Alexcio" ucap Alisya dengan sesenggukan karena menangis. Mendengar suara sesenggukan dari Alisya membuat secara perlahan -7 lahan Alexcio mulai menurunkan kecepatan dari mobilnya hingga dia memberhentikan mobilnya di sebuah taman. Alexcio melepaskan sabuk pengamannya dan langsung mendekap Alisya dalam pelukannya. Dia juga melepaskan sabuk yang digunakan oleh Alisya. Alisya yang di peluk oleh Alexcio tidak menolak ataupun membalas pelukan dari Alexcio. Dia hanya terus menangis tanpa peduli seragam Alexcio yang akan basah karena airmatanya. "Sekarang kamu tau kan kalo aku nggak pernah main - main  sama kata kata aku. Selama kamu nurut sama aku, aku nggak mungkin akan nyakitin kamu" ucap Alexcio. Dia mengecup singkat puncak kepala Alisya. "Udah jangan cengeng jadi cewek" ucap Alexcio setelah itu dia melepaskan pelukan mereka. Setelah itu Alexcio menghapus airmata yang berada di kedua pipi Alisya. Alisya menatap Alexcio dengan wajah cemberutnya. "Kamu jahat tau nggak buat aku jantungan tadi" ucap Alisya dengan suara serak karena sehabis menangis. "Itu peringatan buat kamu karena udah coba - coba ngancam aku tadi" ucap Alexcio dan setelah itu dia kembali menjalankan mobilnya sampai  mereka telah berada di depan gerbang rumah Alisya. "Kamu tau darimana rumah aku?" Tanya Alisya heran karena mereka berdua telah berada di depan rumahnya. "Nggak penting" Alisya pun tidak mau bertanya lagi karena pastinya Alexcio tidak akan menjawabnya. "Yaudah aku turun dulu." Ucap Alisya dan setelah itu dia langsung keluar dari mobil Alexcio di ikuti oleh Alexcio yang keluar dari pintu samping mengemudi. "Lho kamu ngapain turun juga?"Tanya Alisya. "Aku pengen ketemu sama orangtua kamu" ucap Alexcio yang membuat Alisya langsung melotot. "Eh ngapain ketemu sama orangtua aku, nggak usah deh mendingan kamu pulang aja" ucap Alisya, dia mendorong Alexcio untuk segera masuk kedalam mobilnya tapi sayangnya dorongan dari Alisya tidak berefek apa - apa bagi Alexcio. Dia tetap berdiri di tempatnya. Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah membuat Alisya jadi kalang kabut sendiri karena yang keluar dari rumah itu adalah ibunya. Ah s**l dia melupakan satu hal jika di sudut gerbang ini terdapat cctv yang langsung terhubung di ponselnya dan juga kedua orangtuanya. "Alisya kenapa nggak masuk kedalam rumah. Terus itu kenapa teman kamu nggak kamu ajak masuk juga? ucap Aulia menghampiri Alisya dan juga Alexcio. "Itu anu mom, teman aku mau langsung pulang makanya aku belum masuk kedalam" ucap Alisya dan memberikan kode pada Alexcio agar mengiyakan perkataannya barusan. Tapi sayangnya Alexcio sama sekali tidak mempedulikan kode dari Alisya, dia malah menjabat tangan Aulia sekedar untuk bersalaman. "Halo tante, saya Alexcio pacarnya Alisya" ucap Alexcio tanpa ada keraguan sama sekali yang membuat Alisya ingin sekali rasanya menenggelamkan Alexcio ke sungai sss. "Oh kamu pacarnya Alisya. Yaudah sini masuk dulu, kebetulan daddy Alisya lagi di rumah" tawar Aulia yang langsung diberikan anggukan oleh Alexcio. Dia pun mengikuti langkah Aulia untuk masuk kedalam rumah. Alisya menghela nafas gusar. Habislah riwayatnya kalau Alexcio sampai bertemu dengan ayahnya itu. Dengan lemas Alisya berjalan mengekor di belakang Alexcio. "Dad liat deh kita kedatangan tamu lho" ucap Aulia yang kelihatan begitu antusias saat mereka telah berada di ruang tengah tempat biasanya keluarga mereka berkumpul. Herman yang sibuk dengan membaca Koran mengalihkan fokusnya dari koran saat istrinya itu sudah duduk di sampingnya. "Emang tamunya siapa?" Tanya Herman belum menyadari keberadaan Alexcio yang masih dalam posisi berdiri begitupun dengan Alisya yang juga berdiri di samping Alexcio. "Itu lho, Alisya anak kita udah besar ternyata sekarang. Coba daddy liat Alisya pulang di antarin sama pacarnya" ucap Aulia terlihat begitu semangat entah kenapa. Herman menatap kearah dua orang remaja yang sedang berdiri di hadapannya. "Duduk" perintah Herman yang langsung di turuti oleh mereka berdua. Mereka duduk di sofa yang muat khusus untuk dua orang. "Kamu beneran pacarnya Alisya?" Tanya Herman menatap Alexcio dengan pandangan seakan menilai. "Iya saya pacarnya Alisya" ucap Alexcio dengan mantap tanpa ada rasa takut sama sekali. "Alisya, apa dia beneran pacar kamu?" Tanya Herman mengalihkan pertanyaannya pada anaknya. Dengan rasa gerogi Alisya membuka suaranya. "Iya dia pacar Alisya dad, daddy nggak marahkan?" seru Alisya karena sebenarnya dia sangat takut jika Ayahnya itu marah. Herman melipat korannya dan meletakannya di meja. "Buat apa daddy marah?" ucap Herman yang membuat Alisya yang tadinya merasa takut seketika langsung merasa senang. "Jadi daddy nggak marahkan?" tanya Alisya memastikan. "Nggak, pacar kamu ini itu anak dari rekan bisnisnya daddy. Daddy udah sempat mengobrol sama dia pas dia datang ke acara salah satu kolega daddy sama ayahnya." Ucap Herman yang membuat Alisya di buat terkejut dengan fakta yang baru saja dia dengar. Ternyata dunia ini memang begitu sempit ya. Alexcio tersenyum tipis mendengar penjelasan dari Herman. Memang benar jika dia adalah anak dari rekan bisnisnya ayah Alisya. Dan mereka sudah sempat mengobrol walaupun sebentar. Saya nggak nyangka ternyata Alisya anaknya om Herman. Dunia emang terlalu sempit ya om" ucap Alexcio yang membuat Herman terkekeh. "Yah memang dunia ini terlalu sempit untuk kita. Padahal baru beberapa hari yang lalu kita baru sempat mengobrol bareng dan yang om tau kamu itu baru pulang dari Jerman waktu itu . Tapi sekarang tak di sangka sangka sekarang kamu datang ke rumah om" ucap Herman. "Saya juga nggak nyangka kita ketemu lagi seperti ini" ucap Alexcio tersenyum sopan. "Jadi anak dari rekan bisnis yang Daddy ceritain ke mommy itu Alexcio orangnya?" Tanya Aulia memastikan. "Iya Alexcio orangnya mom"ucap Herman yang membuat Aulia bertambah senang. Alisya yang merasa seperti obat nyamuk di ruangan itu membuka suaranya sekedar untuk bertanya. "Emangnya daddy cerita apa sama mommy?" Tanya Alisya begitu penasaran. "Itu jadi daddy kamu berencana ingin kamu itu belajar dari Alexcio biar nilai kamu di sekolah itu lebih meningkat. Tapi karena Alexcio sekarang udah jadi pacar kamu otomatis dia tetap bakalan ngajarin kamu tanpa di minta."Terang Aulia. Mendengar penjelasan dari ibunya membuat Alisya menatap curiga pada Alexcio yang duduk dengan tenang. "Aku nggak ngelakuin apa apa, nggak usah natap aku kayak gitu" bisik Alexcio saat kedua orangtua Alisya tiba tiba sibuk berbicara berdua dan tidak memperhatikan mereka berdua. "Aku nggak percaya. Pasti ini ulah kamu kan?" Tuduh Alisya. "Mustahil banget orangtua aku bisa suka sama kamu" ucap Alisya lagi. Alexcio memilih untuk tidak membalas perkataan dari Alisya karena akan berujung panjang. "Tante, Om kayaknya saya harus pulang sekarang, ini udah semakin sore soalnya" ucap Alexcio hendak berpamitan. "Oh yaudah kamu hati hati ya di jalan Lex" ucap Aulia. "Iya tante kalo gitu saya pamit pulang dulu" ucap Alexcio. "Alisya antarin tuh Alexcio sampai depan" ucap Herman. "Iya dad" ucap Alisya dengan ogah - ogahan tapi dia tetap berjalan mengikuti Alexcio yang sudah berjalan keluar lebih dulu. Alisya menatap malas kearah Alexcio. "Udah sana pulang" ucap Alisya bagaikan sebuah perintah. "Kalo aku nggak mau pulang kamu mau apa?" tantang Alexcio. "Aku bakal ngusir kamu" ucap Alisya. "Emang kamu berani ngusir aku?"Tanya Alexcio yang langsung membuat Alisya terdiam karena pasti Alexcio sudah membuat rencana yang ingin membuatnya kapok seperti tadi. "Ih yaudah sana pulang aja, katanya tadi udah mau pulang karena udah makin sore" ucap Alisya dengan kesal. Alexcio terkekeh pelan karena melihat Alisya yang terlihat begitu kesal dengannya. "Bentaran lagi aku pulangnya biar makin sore" ucap Alexcio. "Ah kamu mah tinggal pulang aja susah amat sih" decak Alisya. Alexcio jadi gemas sendiri dengan tingkah Alisya yang seakan mengusirnya yang sama sekali tidak membuahkan hasil apa apa. Alexcio memegang kedua tangan Alisya yang digunakan untuk mendorongnya walaupun dia hanya bergeser sedikit sekali bahkan bisa di bilang tidak bergeser sama sekali. "Udah stop dorong - dorong aku buat pulang, aku bakalan pulang kok kamu tenang aja" ucap Alexcio. "Yaudah pulang sana" ucap Alisya memalingkan wajahnya dari Alexcio. Alexcio melepaskan sebelah tangannnya yang menggenggam tangan Alisya. Dia menyentuh wajah Alisya dengan perlahan dan membuat Alisya kembali menatap kearahnya. Alexcio menatap mata Alisya dalam seakan menelusuri bola matanya hingga ke tempat paling terdalam. "Kapan - kapan aku bakalan kenalin kamu sama orangtua aku" ucap Alexcio. Alisya mengernyitkan dahinya yang membuat Alexcio langsung mengusap kening Alisya. "Mikirin apa sih?" Tanya Alexcio. Alisya menggelengkan kepalanya yang membuat Alexcio langsung menatapnya tajam. "Aku cuma lagi mikir buat apa aku ketemu sama orangtua kamu?" ucap Alisya akhirnya karena di tatap tajam oleh Alexcio. "Buat apa? Yah buat kenalin kamu itu aja. Kalo gitu aku pulang dulu" ucap Alexcio, dia mengacak rambut Alisya sebentar lalu dia segera masuk kedalam mobil dan langsung mengendarai mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Alisya. "Dia benar benar cowok aneh, sifatnya suka berubah - ubah terus." Ucap Alisya pada dirinya dan setelah itu dia langsung kembali masuk kedalam rumah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD