Allov - 2

1763 Words
Hari ini adalah hari pertama bagi Alexcio kembali bersekolah di Indonesia setelah dia menghabiskan waktunya di Jerman dalam waktu 2 tahun. Dia melihat penampilannya dengan seragam sekolah yang sudah menjadi seragam kebanggaan sekolah milik keluarganya itu. Setelah selesai memakai dasinya Alexcio langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya. "Alexcio, ayo sarapan dulu nak" panggil Delina saat melihat Alexcio yang lewat begitu saja tanpa menyapa dirinya yang sedang menata makanan di meja makan. "Nanti aja Ma, aku langsung berangkat aja" ucap Alexcio tanpa menghentikan langkahnya dia terus berjalan menuju ke garasi untuk mengambil mobilnya. Sedangkan Delina yang di berikan sapaan seperti itu hanya bisa menghela nafas dengan sifat anaknya yang tidak sehangat dulu semenjak hari itu. Alexcio langsung masuk kedalam mobil sport berwarna merahnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Jika di pikir memang tidak seharusnya Alexcio melakukan itu karena bisa mengancam keselamatannya. Tapi Alexcio sungguh tidak peduli dengan itu, ini adalah hidupnya tak ada yang bisa mengaturnya sekalipun itu adalah kedua orangtuanya sendiri. Di lain tempat Alisya terlihat begitu antusias karena hari ini dia akan kembali masuk sekolah setelah kurang lebih tiga minggu dia menikmati liburan penaikan kelas. Setelah tadi dia sarapan dengan kedua orangtuanya, saat ini Alisya sudah dalam perjalanan menuju ke sekolah dengan di antarkan oleh supir pribadi keluarga mereka. Sekitar 15 menitan kemudian Alisya telah sampai di parkiran sekolah. Dia langsung turun dari dalam mobil dan ingin berjalan menuju ke arah ke empat sahabatnya yang sudah menunggu di koridor. Tapi baru saja beberapa langkah dia berjalan tiba tiba mobil dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya yang membuat Alisya di buat syok hingga dirinya tidak bisa menghindar saat mobil sport berwarna merah itu semakin dekat kearahnya. Alisya sudah pasrah jika mobil itu akan menabraknya, dia menutup kedua matanya karena tidak ingin melihat saat dia di tabrak oleh mobil sport itu. Suara ban yang berdecit dengan kencang membuat Alisya yang tadinya menutup matanya langsung membuka matanya dengan perlahan karena tidak merasakan ada yang menimpa dirinya. Alisya menatap mobil yang hanya berjarak beberapa centi dari dirinya berdiri itu. Seorang cowok bertubuh tinggi dengan menggunakan kacamata hitam keluar dari dalam mobilnya itu. Wajah cowok itu tidak menunjukkan ekspresi apa apa. Cowok tersebut berjalan kearah Alisya yang nampak syok dengan kejadian yang terjadi barusan. Cowok itu mengangkat sedikit kedua sudut bibirnya membuat sebuah senyuman tipis. "Nama lengkap kamu siapa?" Tanya cowok tersebut pada Alisya. "Alisya Angelia Dermawan" ucap Alisya tanpa curiga sama sekali dengan apa yang akan dilakukan oleh cowok berkacamata di depannya ini. "Nama yang cantik, secantik orangnya" ucap cowok itu dengan singkat. Para siswi siswi yang sedari tadi menjadi penonton setia semenjak hampir saja cowok berkacamata hitam itu menabrak Alisya langsung berteriak histeris saat cowok tersebut memuji Alisya. Alisya yang mendengarkan teriak teriakan di koridor dekat tempat parkir itu menatap ke arah murid murid yang kebanyakan adalah cewek yang sedang melihatnya dengan cowok asing di depannya ini. "Nggak usah liatin mereka" ucap cowok tersebut Alisya kembali mengalihkan perhatiannya kepada cowok berkacamata didepannya, sebelum membuka suaranya, cowok tersebut membuka kacamatanya terlebih dahulu yang membuat Alisya sempat terpanah tapi dia segera menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri. "Dengerin apa yang ingin aku bilang dengan baik, karena aku nggak akan mengulangi apa yang sudah aku bilang"  Alisya seketika menggangguk tanpa ragu seakan terhipnotis dengan apa yang di ucapkan oleh cowok yang berdiri di depannya ini. "Yang pertama, yang sangat penting itu adalah nama aku adalah Alexcio Putra Aditama" "Yang kedua, jika ingatan kamu sangat baik, kamu pasti ingat kalo kita pernah bertemu sebelumnya." "Dan yang ketiga, di hari untuk pertama kalinya kita bertemu di saat itu juga kamu sudah menarik perhatian aku tanpa aku sadari. And then, you are my girlfriend now" ucap Alexcio yang membuat Alisya menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya dengan tiba tiba karena saking kaget dengan ucapan dari cowok di depannya yang baru dia tahu namanya adalah Alexcio. Para siswi siswi yang menyaksikan apa yang dikatakan oleh Alexcio barusan menjerit tertahan saat melihat salah satu siswi di sekolah mereka di tembak oleh seorang cowok ganteng yang merupakan murid pindahan dari luar negeri. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah Alexcio merupakan anak dari pemilik sekolah. Sedangkan Alisya dia dibuat bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Ini adalah kejadian yang paling langkah yang dia alami selama dia sekolah. Alisya tidak tahu harus menanggapi apa yang di ucapkan oleh Alexcio. "Gimana, kamu bisa dengar jelas apa yang tadi aku bilang?" tanya Alexcio Alisya langsung menggangguk "Tapi apa ini nggak terlalu cepat ya lo nembak gue buat jadi pacar lo?" ucap Alisya karena dia masih ragu dengan ucapan Alexcio tadi. "Nggak, sebelum aku bilang kamu adalah pacarku sekarang, aku sudah memikirkan semua ini setelah seminggu yang lalu waktu kita pernah bertemu" "Tapikan lo nggak tau apa apa tentang gue, dan lo juga nggak tau kalo gue sekarang punya pacar atau nggak" ucap Alisya. "Siapa bilang aku nggak tau kamu itu siapa?" ucap Alexcio mendekatkan dirinya ke arah Alisya dan berbisik. "Aku tau kamu adalah anak pengusaha di bidang property. Nama ayah kamu Herman Dermawan dan nama ibu kamu Aulia Angelia Dermawan. Gimana masih ingin mendengar kelanjutan dari apa yang aku tau tentang kamu?" tantang Alexcio seketika melihat Alisya hanya terdiam. Tet Tet Tet Bunyi pertanda masuk kelas membuat Alisya ingin segera pergi dari hadapan Alexcio, tapi baru saja dia ingin melangkahkan kakinya pergi dari Alexcio, tangannya sudah di cekal dan itu membuat Alisya kembali menatap ke arah Alexcio. "Ada apa lagi? Ini udah masuk tau, gue harus secepatnya ke kelas" ucap Alisya . "Ingat kamu adalah pacarku mulai sekarang. Jangan menolak ataupun menyangkal pada siapa pun jika aku ini adalah pacar kamu sekarang. Jika ingin bebas nggak aku kekang sama sekali kamu mau dekat dengan siapapun, nurut sama apa pun yang aku bilang" ucap Alexcio dengan tatapan wajah datar. "Lo reseh tau nggak" ucap Alisya. Alexcio tersenyum miring mendengar perkataan Alisya barusan. "Ucapkan lagi kata kata kamu itu, dan jangan menyesal jika kamu nggak akan bebas lagi setelah itu" ucap Alexcio. "Aish. Iya iya gue nggak ngulangin lagi" "Bagus. Satu hal juga yang harus kamu ubah mulai sekarang yaitu cara bicara kamu, mulai sekarang gunakan kosakata aku - kamu" ucap Alexcio. Alisya baru saja ingin membantah ucapan dari Alexcio langsung tidak jadi karena jari terlunjuk Alexcio langsung menyentuh bibirnya hingga terdiam. "Aku nggak suka sama cewek yang suka ngebantah sama keputusan aku, jangan berani berani menentang keputusan aku" ucap Alexcio dan setelah itu dia langsung pergi dari hadapan Alisya tanpa memperdulikan Alisya yang terdiam. *** Wajah Alisya kusut sekusutnya ketika dia sudah berada di dalam kelas. Sedari tadi ke empat sahabatnya terus menanyakan jika dia baik baik saja, dan Alisya selalu menjawab jika dia baik baik saja. "Sya, lo kenapa sih semenjak tadi bicara sama kak Alexcio langsung jadi badmood begini?" tanya Sisi entah untuk keberapa kalinya. "Gue nggak papa kok, cuma kurang tidur makanya bad mood gini" alibi alisya. " Oh gitu. Eh tapi by the way sya, tadi itu adalah hal paling langkah yang dilakukan sama seorang cowok saat mau nembak cewek lho. Kak Alexcio so sweet tau tadi, jadi iri deh gue ama lo" ucap Laras. "Bener banget itu Sya, lo tau nggak tadi gue hampir jantungan saat melihat mobil dengan kecepatan tinggi dari area gerbang hampir nabrak lo. Gue kira tadi lo udah mau di tabrak tau nggak. Tapi nyatanya pembawa dari mobil yang hampir nabrak lo malah nembak lo buat jadi pacarnya. Ucap Laras dengan antusias. "Jujur ya sya, gue iri banget liat lo di tembak sama anak pemilik sekolah apalagi dia baru aja pindah ke sini lagi dia langsung nembak lo " ucap Syela. "Udah ih kalian apaan sih, mikirin aja tuh pacar kalian. Lagian udah punya pacar juga masih aja irih sama orang lain" ucap Alisya setelah itu dia menenggelamkan kepalanya di meja. "Yaelah sya, lagian dapet cowok lebih ganteng dari mantan lo sih Jeremi kok lo nggak bahagia sih?" ucap Flora "Udah diam nggak usah bicarain dia lagi, gue pusing tau nggak" ucap Alisya. Dia berdiri dari duduknya dan berjalan ingin keluar dari dalam kelas. "Oy sya mau kemana lo?" teriak Sisi cewek paling cempreng di antara pertemenan mereka berlima. "Toilet" ucap singkat Alisya dan setelah itu dia langsung pergi tanpa peduli Sisi yang lagi lagi berteiak entah mengatakan apa dia sungguh tidak perduli. Alisya berjalan dengan tenang hingga dia sampai di koridor yang kosong hanya ada sebuah ruangan yang tetutup rapat sama sekali tidak pernah di buka oleh siapa pun selama dia bersekolah di sini. Baru saja dia akan melewati pintu tersebut tiba tba pintu itu terbuka dan ada seseorang yang langsung menariknya masuk ke dalam. Alisya sedikit bernafas legah ketika tau seseorang yang tadinya menarik tangannya dengan tiba tiba adalah Alexcio. Pacar serba misteriusnya karena dia sama sekali tidak tahu apa apa tentang Alexcio. Mata tajam Alexcio menatap Alisya yang dia kurung dengan tubuhnya di belakang pintu. Alisya menatap Alexcio dengan pandangan yang sulit di artikan. Wajah Alexcio yang semakin mendekat dan kedua matanya yang sudah tertutup membuat Alisya ikut menutup matanya. Ketika wajah mereka tinggal beberapa centi saja Alexcio membuka matanya dan tersenyum saat melihat Alisya yang sudah menutup matanya. "Kamu masih kecil, jangan berpikiran yang aneh aneh" ucap Alexcio setelah itu dia menjauhkan tubuhnya dari Alisya. Mendengar suara itu membuat Alisya membuka matanya dan menatap Alexcio dengan jengkel. Tanpa berkata apa apa lagi Alisya ingin segera pergi dari hadapan Alexcio sekarang ini juga. Tapi saat baru saja dia memegang handle pintu, satu tangan yang lebih besar dari tangannya sudah ikut memegang handle pintu. "Mau kemana?" tanya Alexcio "Toilet" jawab singkat Alisya "Disini ada toilet" ucap Alexcio "Nggak jadi, aku mau balik ke kelas aja" Alexcio mengangkat satu sudut bibirnya ketika Alisya selesai bicara  "Kamu disini aja sama aku, hari ini nggak akan ada guru yang bakal masuk di kelas kamu. Semua guru guru lagi rapat" Baru saja Alisya ingin mengatakan kata kata penolakannya Alexcio langsung berkata dengan tegas. "Jangan lupa sama satu hal Alisya, kamu taukan aku nggak suka sama cewek yang suka ngebantah kata kata aku" ucap Alexcio. Dan entah kenapa setelah Alexcio berkata seperti itu Alisya langsung diam seakan menurut dengan kemauan Alexcio. "Kamu juga harus tau hal lain tentang aku Alisya. Aku nggak suka berbagi apalagi sama sesuatu yang sudah aku klaim sebagai milik aku termasuk kamu. Dan yang paling penting kamu harus tau kalo sekali kamu terjebak sama aku, sampai kapan pun kamu nggak akan pernah lepas dari aku apa pun yang terjadi. Biarpun kamu yang memilih untuk pergi suatu hari nanti. Ingatlah satu hal kalo kamu nggak akan bisa pergi sejauh mungkin karena ada rantai yang mengikat kamu agar nggak bisa pergi dari aku" ucap Alexcio .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD