Di bawah selimut, Biru dan Nadya masih berpelukan. Biru mengusap lembut rambut pirang Caramel yang sedang menyembunyikan wajahnya di d**a Biru itu. Sesekali Biru menghirup aroma harum yang menguar dari rambut istrinya. Caramel mendekap Biru erat, seperti seseorang yang enggan kehilangan. Biru juga. Keduanya enggan saling melepaskan dan takut dengan perpisahan. Tubuh Biru begitu hangat sehingga Caramel betah berlama-lama memeluk lelaki itu. Keduanya telah melakukan kegiatan malam yang sejujurnya tak ingin disudahi, dan sekarang wanita itu masih menikmati bagaimana cara Biru menyentuh setiap bagian tubuhnya dengan lembut. Dia juga sekarang merasakan bagaimana tangan Biru mahir menari di sela-sela tubuhnya, dan perempuan itu menggigit bibirnya dan memeluk Biru semakin erat. "Rasanya aku n

