Di perjalanan menjemput Riri ketika pukul 18.30, Biru yang sedang mengendarai motor merasa bahwa bagian belakang tubuhnya terasa amat sakit. Dia ingin sekali beristirahat semalaman, tapi khawatir dengan Riri. Biru takut Jingga bertindak di luar nalar. Lelaki itu sudah mulai berani main kekerasan, dan tak menutup kemungkinan bahwa Riri terancam. Sejujurnya Biru ingin tidur saja, tapi dia tak akan pernah biarkan Jingga bertemu Riri (lagi). Kemudian, tepat pukul 19.00, Biru sampai di depan tempat les Riri. Perempuan itu baru saja keluar bersama gurunya, dan kemudian tersenyum ke arah Biru. "Tumben banget Mas Biru maksa mau jemput aku," ucap Riri setelah berdiri di dekat Biru. "Eh bentar, dahi Mas Biru kenapa? Kok kayak abis jatuh." Riri memperhatikan dahi Biru yang lecet. Bahkan di bawah t

