Ketika pukul 07.00, Biru baru saja keluar dari kamar selepas menyelesaikan tiga ribu kata semalaman. Jika saja dia tak memiliki jadwal ke luar pulau, mungkin dia bisa selesaikan naskah ini sebulan lagi. Di saat-saat seperti ini ide malah mengalir deras tapi Biru tak bisa menuangkannya. Dia berjalan ke arah dapur hendak mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong. Sepertinya Biru menahan hausnya sejak pagi buta karena terlalu malas beranjak dari kasur jika hanya untuk mengambil air saja. "Lek, cepat sarapan dulu," ucap Ibu yang baru saja mengangkat ikan bawal dari wajan. "Iya, Bu. Riri udah berangkat?" tanya Biru. "Belum. Kayaknya dia ndak ada kelas pagi ini. Soalnya masih di luar bantu Bapak bereskan halaman," jawab Ibu. Biru menaruh gelas di dispenser, dan mulai menuangkan air di

